Nikmah Penjual Sayur Rumahan Di Tengah Wabah Covid-19 Mendapatkan Keberuntungan

Neolinkz.com  Sesuai dengan kondisi pademi covid-19 ekonomi berbagai negara tentu menjadi imbasnya termasuk di Indonesia ini . Banyak para pedagang maupun pengusaha merasa dirugikan dengan adanya dampak virus Covid-19. Tak hanya itu hubungan bisnis bilateral antar negara terpaksa di batalkan karena takut membawa dampak virus covid-19. Bu nikmah merupakan seorang pedagang sayuran di depan rumahnya hampir setiap hari bu nikmah harus bepergian ke pasar besar untuk memenuhi barang dagangnya. Pedang sayuran rumah asal kota Malang

Namun disituasi pademi covid-19 bu Nikmah tak pernah merasa putus asa. Dibalik kegigihannya dan keyakinannya bahwa usahanya akan tetap berjalan lancar meskipun  ada virus mewabah seperti ini.Beruntung rupanya bu nikmah selalu di berkahi keselamatandalam setiap kegiatannya berwirausaha di tengah pademi covid-19.”Allhamdulilah, saya selama pademi covid-19 barang dagangan saya laku keras, Orang- orang pada takut keluar rumah jadi saya menerima pesanan kebutuhan pokok para warga daerah sini. Bagi saya corona membawa berkah” Ungkap Nikmah .

Dengan adanya wabah Covid-19 hampir semua sektor usaha melesu , Sebab segala ruang gerak mulai dibatasi, seperti para pedagang tak bisa berjualan kembali. Hal tersebut merupakan contoh paling nyata dari  berwirausaha dikala pademi covid-19 yang membawa dampak sangat besar.
Selasa /09/06/2020

Bahkan kunjungan pusat perbelanjaan di Jakarta mulai menurun sekitar Jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan menurun sangat drastis. Bahkan ada yang cuma tinggal 10-20 persen saja. Berarti turun sampai 80-90 persen,” ujar Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja dilansir dari Liputan.6.com Maka kegiatan work from home atau yang biasa disebut WFH sangat efisien untuk memanfaatkan bisnis online. Bu nikmah menggunakan sarana ponselnya kepada para pelanggan yang ingin menitipkan bahan pokok untuk kebutuhannya selama masa pademi Covid-19.  

Banyaknya antusias pelanggan bu nikmah berkat kemudahan memesan kebutuhan pokok melalui via seluler, menjadikan efisien. “Meskipun ada Corona saya juga tetap menjaga kesehatan, Biasanya kalo ke pasar saya selalu mengikuti ajuran pemerintah memakai masker dan membawa handsanitizer. “  Merasa meraup keuntungan bu nikmah mengaku hampir mendapatkan 80% modalnya untuk membeli dagangan kembali . Lantas kita sebagai generasi muda patut mencontoh kegigihan bu nikmah dalam meraup untung di tengah masa pademi covid-19. Generasi millenial juga bisa memulai wirausaha mandiri, sesuai dengan kompetensinya jika dirasa , berbakat di bidang penjualan barang mencari pelanggan yang memiliki relasi yang dirasa menguntungkan memperluas bisnis

Dampak virus corona ini membuat situasi panic buying di tengah masyarakat, ditengah kekhawatiran terkait virus tersebut rupanya membawah keuntungan bagi sebagian para pedagang kecil yang meraup keuntungan seperti Bu nikmah yang memanfaatkan situasi Pademi Covid-19 melebarkan sayap dagangannya merambah via seluler dan antar jemput pesanan setiap harinya.

Setiap harinya bu nikmah berdagang sayur mentah kini di balik wirausahanya mulai meraih keuntungan di tengah pademi covid-19 bu nikmah bisa menyisihkan uang hasil dagangnya sebagai tabungan pribadi dan memenuhi modal usahanya yang sedang Ia jalani.

Rupanya berbisnis dimasa pademi covid-19 sangat menjanjikan namun kita sebagai generasi mudah harus pintar memanfaatkan peluang. Memahami siapa konsumen yang akan kita tuju makaperlu memperbanyak wawasan dan refrensi dalam berbisnis online di masa pademi covid-19.
Tentunya dalam berdagang kita harus mengikuti protokol pemerintah yang ada indikasi para pedagang gampang tertular virus ini sangat siginifikan.

Hal ini di ketika para pedagang saling berinteraksi ketika memberikan uang maupun dagangan. Menurut Purnawarman dilansir dari Tiga Sumber Penularan Covid-19 Yang perlu di Waspadai alinea.id

Penyebaran Virus ini juga dapat mempengaruhi para usia senja, seperti kakek, nenek yang dengan mudah berinteraksi sesama pedagang. Maka mengikuti ajuran pemerintah yang ada perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan pribadi dan keluarga.

Tak semua orang bisa seberuntung ibu nikmah bahkan banyak pedagang diluar sana merasakan kerugian di bidang wirausaha yang ada, sebab dampak pademi covid-19 membawa kerugian dan keberutungan bagian sebagian orang yang beriwirausaha di kala masa pademi covid-19 pintar memanfaatkan situasi yang ada.

Reporter : Mega Annisa Ni’mais Editor : Bella Novita Permatasari

Related posts

One Thought to “Nikmah Penjual Sayur Rumahan Di Tengah Wabah Covid-19 Mendapatkan Keberuntungan”

  1. Di masa pandemi COVID-19 ini work from home memang sangat dianjurkan dan cukup untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, tetapi mengingat angka PKH yang begitu tinggi khususnya bagian travel di anak perusahaan tempat saya bekerja di mana yang kena PHK rata-rata tidak memiliki usaha sampingan lain, dan terkendala dengan modal. Karena dengan rentang waktu tidak bekerja yang cukup lama, tabungan mereka tidak cukup menggolangkan uangnya untuk memulai usaha bahkan hanya sekedar usaha kecil-kecilan, karena uang tabungannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
    Menurut saya PSBB di Indonesia tidak akan berjalan dengan baik, mengingat negara kita sangat jauh keterjaminan ekonominya di banding dengan negara lain. PSBB tidak cocok untuk orang idonesia, disamping setiap orang menginginkan berakhirnya pandemi ini, tetapi dengan menjalankan PSBB, membuat mereka dilema dengan perekonomian keluarganya. Seperti kata salah seorang teman kerja saya : “PSBB bagus sih, mati sih enggak, miskin iya !, negara lain enak sih dijamin kebutuhannya sama pemerintah, lah kita ? Sama aja kaya dikasih pilihan sama pemerintah mending lu mati gara-gara covid atau mati gara-gara perekonomian ?”.

Comments are closed.