Lockdown Covid-19: Dilema Ekonomi Masyarakat Bali

Foto Doc : Sheena Canopy Band

Neolinkz.com,Bali Sudah seperti sarapan pagi berita di berbagai media terus mengangkat topik seputar virus corona di Indonesia. Tentu saja hal ini sangatlah penting dan terus menjadi topik pembicaraan di masyarakat dan tidak dapat dipungkiri, masuknya virus corona ini juga mengganggu berbagai aspek kegiatan di Indonesia salah satunya dalam Aspek Ekonomi masyarakat.

Merebaknya Virus corona di berbagai negara termasuk di Indonesia tentunya membuat berbagai kebijakan baru di Indonesia dalam rangka meminimalisir penularan yang semakin besar. Saat ini Indonesia menghadapi Virus Corona salah satu Virus yang yang telah menjangkit berbagai Negara dan bertanggung jawab pada 1.446.557  kasus orang yang positif terjangkit dan 83.149 kasus kematian karena virus Corona, data tersebut seperti yang di lansir oleh Johns Hopkins CSSE. Dan saat ini di Indonesia telah tercatat sebanyak 2.956 pasien yang Positif terjangkit Virus Corona dan 240 korban jiwa yang meninggal. Tentunya data-data tersebut mengakibatkan terbentuknya beberapa kebijakan dalam rangka menekan penyebaran Virus Corona.

Menyebarnya virus corona telah banyak mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat seperti yang terjadi di Bali, banyak sekali caffe serta resto yang dengan terpaksa di tutup dan juga membatasi jumlah pengunjung dan juga mengurangi tenaga kerjanya. Padahal kita tau bahwa 12% GDP Indonesia bersumber dari pariwisata Bali. Seperti yang di katakan oleh Anak Agung Gede Agung selaku anggota komite III DPD RI dalam suratnya untuk Gubernur Bali bahwa penyebaran Covid-19 berdampak kepada terpuruknya pariwisata Bali yang dapat memunculkan pengangguran bahkan tidak menutup kemungkinan meningkatnya angka kemiskinan di Bali. Saat ini telah tercatat sebanyak 25 orang posotif terjangkit Virus Corona dan 157 orang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP) di Bali.

Salah satunya adalah kebijakan dari Presiden Jokowi tentang bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah. Kebijakan tersebut tentunya berlandaskan agar penyebaran virus corona di Indonesia terputus. Di harapkan dengan kebijakan tersebut seluruh elemen masyarakat tetap berada di dalam rumah dan tidak menjadi media penyebaran virus corona mengingat virus tersebut sangatlah mudah menyebar. Sehingga mau tidak mau banyak sekali kegiatan ekonomi masyarakat cukup terganggu dengan kebijakan ini.

Doc foto: Sheena Canopy Band

Seperti yang dialami oleh Sheena seorang Vocalis Band, dari Canopy Band Bali yang sudah satu setengah bulan ini tidak bekerja karena caffe serta resto di bali secara terpaksa mengurangi kegiatan hiburan musik. Hal tersebut tentunya membuatnya kehilangan satu-satunya pekerjaan yang menjadi sumber keuangannya sehingga pada awalnya membuatnya bingung untuk memenuhi kebutuhan hidup di Bali yang terbilang cukup tinggi. “Dampak Covid 19  sangat berpengaruh khususnya usaha resto maupun caffe  secara otomatis di tutup sementara, Maka juga mempengaruhi aktivitas para musisi di Bali yang tidak bisa bekerja untuk sementara waktu.”  ujarnya. (Senin, 30/04/2020)

Dalam kondisi sulit tersebut sheena bahkan menuturkan bahwa ia terpaksa menjual perhiasannya untuk mencukupi kebutuhannya setiap hari, Bahkan hasil uang menjual perhiasan tersebut juga ia manfaatkan untuk modal berjualan makanan sebagai pekerjaan sampingannya selama Virus Corona masih menjadi momok masyarakat di Bali.

Repoter : Khafie Ramadhan Editor : Bella Novita Permatasari

Related posts

4 Thoughts to “Lockdown Covid-19: Dilema Ekonomi Masyarakat Bali”

  1. Kharida Fitri Yuniar

    Memang kondisi seperti ini musisi sangat kena dampaknya. Tenkyu info berita di Bali. Semngat terus yo Khaf

  2. Virus corona memang sangat berdampak pada perekonomian negara salah satunya adalah sektor pariwisata yang menjadi penunjang perekonomian negara ke 2 . Bali adalah pariwisata yang paling berdampak, karena pengunjung Bali adalah wisatawan manca negara khususnya negara China yang menjadi pengunjung terbesar di pariwisata Bali. Pemerintah menerapkan era new normal dimana kita dapat beraktivitas seperti sedia kala tetapi tetap harus waspada dengan virus corona. Dengan adanya era new normal diharapkan dapat memperbaiki perekonomian negara yang sedang krisis akibat dari pandemi virus corona. Semoga virus corona cepat berlalu dan sektor” yang ada di negara dapat berjalan seperti sedia kala.

  3. Chinthika Chika

    Yeah….miris memang….kejadian macam ini tidak terjadi dibali saja. Syabkira terjadi di seluruh penjuru Indonesia yg terdampak covid19
    Bnyak yg terugikan pastinya… khusunya untuk para pekerja lepas yg mendapatkan penghasilan by show atau by work…..semoga pandemi ini segera berakhir….kita semua bisa kembali menjalankan aktivitas normal lagi….dan bumi kita kembali sehat …aamiin ya Rabb

  4. Semoga pandemi ini cepat berlalu

Comments are closed.